- Tim MDT
- Bai Xing
⁽¹⁾Pekerja Sains dan Teknologi Berprestasi Provinsi Henan adalah penghargaan penting tingkat provinsi di bidang sains dan teknologi di Provinsi Henan. Penghargaan ini bertujuan untuk mengapresiasi para talenta sains dan teknologi unggul yang telah meraih prestasi luar biasa dalam bidang penelitian utama, inovasi teknologi, komersialisasi hasil riset, serta pelayanan sains dan teknologi. Para pakar yang berhasil mendapatkan gelar ini menerima pengakuan otoritatif di tingkat provinsi atas kemampuan profesional dan kontribusi industri mereka, serta menjadi tulang punggung teknologi inti yang memiliki kapabilitas kuat sekaligus pengaruh signifikan di bidangnya masing-masing di Provinsi Henan.
⁽²⁾Merupakan pengakuan tinggi atas kemampuan tenaga profesional dan teknis, yang biasanya digunakan untuk mengapresiasi talenta unggulan yang menunjukkan kinerja luar biasa serta keahlian yang mendalam di bidang profesional dan teknis tersebut.
⁽³⁾Meraih gelar ini berarti menunjukkan kinerja yang luar biasa dalam hal integritas politik, kemampuan profesional, hasil kerja, serta reputasi yang baik di mata masyarakat, sekaligus menjadi teladan unggul di antara para anggota partai.
Tiga Dekade Menyalakan Harapan melalui Terapi Ablasi Minimal Invasif, dan Membangun Fondasi Keilmuan yang Kokoh dengan Wawasan yang Mendalam
—Dialog dengan dr. Bai Xing, Wakil kepala bangsal Ⅰ Rumah Sakit Uni-Asia Chengdu
Di garis depan terapi tumor minimal invasif, terdapat seorang dokter yang menjadikan tata laksana terstandardisasi sebagai fondasi dan teknologi minimal invasif sebagai senjatanya. Beliau menanamkan benih harapan di dalam hati setiap pasien yang diselimuti oleh bayang-bayang tumor. Beliau adalah dr. Bai Xing, Dokter Spesialis Senior sekaligus pakar senior di bidang intervensi tumor minimal invasif di Departemen Intervensi Minimal Invasif Rumah Sakit Uni-Asia Chengdu.
Tiga Dekade Mengabdi dalam Pendidikan dan Pembinaan Generasi Medis
dr. Bai Xing telah mendalami profesi klinis di bidang tumor dan minimal invasif selama tiga puluh tahun. Beliau memiliki landasan teori yang sangat kuat serta pengalaman klinis yang kaya. Beliau pernah mendedikasikan diri sebagai tenaga pengajar di Henan University of Science and Technology selama sebelas tahun dan mendidik banyak talenta medis berprestasi. Pengalaman ini membentuk karakter mengajar Beliau yang selalu berwawasan luas dan penuh kehati-hatian. Setelah itu, Beliau terjun ke garis depan pelayanan klinis dan sempat menjabat sebagai Kepala Pusat Tumor di Rumah Sakit Tersier Kelas Atas (Kelas 3A). Di tengah kesibukan pelayanan klinis yang padat, Beliau tetap konsisten menyelenggarakan pelatihan tematik secara berkala untuk membantu rumah sakit tingkat dasar meningkatkan kemampuan disiplin ilmu mereka. Beliau memimpin timnya menaklukkan berbagai kendala teknis, hingga berhasil mencapai kemajuan yang selaras, baik dalam tingkat akademis maupun kemampuan klinis. Selama menjabat sebagai Kepala Pusat Tumor di Rumah Sakit Kelas 3A, dr. Bai Xing menunjukkan kemampuan yang luar biasa dalam pembangunan disiplin ilmu. Pada tahun 2007, Beliau memprakarsai pembentukan Ruang Rawat Bebas Nyeri tingkat nasional, menjadikannya pionir yang mengintegrasikan manajemen nyeri terstandardisasi ke dalam seluruh proses tata laksana tumor. Langkah ini secara signifikan meningkatkan kenyamanan terapi serta kualitas hidup pasien. Pada tahun 2017, Beliau sukses membangun Tim Diagnosis dan Terapi Multidisiplin (MDT) Tumor tingkat nasional, yang mengintegrasikan berbagai keahlian dari departemen onkologi medis, bedah, radioterapi, hingga radiologi. Integrasi ini bertujuan untuk menyediakan terapi komprehensif siklus penuh serta rencana personalisasi bagi pasien, mulai dari tahap diagnosis hingga pemulihan. Di bawah kepemimpinannya, disiplin ilmu tersebut berhasil meraih penghargaan sebagai Departemen Kunci Tingkat Provinsi. Kekuatan komprehensif departemen ini pun berhasil masuk dalam jajaran terdepan di wilayah tersebut, sekaligus memainkan peran penting dalam mendorong peningkatan standar terapi tumor minimal invasif secara keseluruhan di area regional.
Pakar Multidisiplin dengan Keahlian Komprehensif, Pionir dalam Teknologi Terapi Tumor Minimal Invasif
Di bidang intervensi tumor minimal invasif, dr. Bai Xing sepenuhnya menguasai esensi dari diagnosis, tata laksana terstandardisasi, serta pengobatan presisi untuk penyakit tumor. Beliau sangat mahir dalam seluruh rangkaian teknologi terdepan untuk diagnosis biopsi tusuk dan terapi tumor minimal invasif. Matriks keahlian teknologi yang dikuasainya mencakup berbagai metode minimal invasif arus utama, seperti ablasi gelombang mikro, ablasi radiofrekuensi, krioblasi argon-helium knife, implantasi partikel radioaktif iodium-125, TACE, serta hipertermia. Beliau mampu memilih strategi terapi paling optimal secara fleksibel berdasarkan karakteristik individual pasien, seperti jenis tumor, stadium, dan kondisi fisik mereka.
Sebagai pilar teknis di departemennya, dr. Bai Xing pernah sukses menerapkan teknik "Dilatasi Balon Esofagus + Implantasi Stent" pada seorang pasien lansia berusia sembilan puluh tahun yang sudah tidak dapat makan selama tiga bulan. Tindakan ini berhasil membangun kembali saluran makannya dan mengembalikan semangat hidup pasien dari keputusasaan. Sejalan dengan prinsip pengalaman terapi Beliau sebelumnya, setiap prosedur intervensi minimal invasif yang dilakukan pada pasien tumor lansia selalu berpegang teguh pada prinsip: trauma minimal, efikasi optimal, dan pemulihan cepat. Tujuannya adalah untuk mengeradikasi tumor secara presisi sekaligus mempertahankan fungsi tubuh pasien semaksimal mungkin. Pada akhir tahun 2018, saat menghadapi seorang pasien kanker ovarium pasca operasi yang mengalami kekambuhan dan telah mencari pengobatan ke berbagai tempat, dr. Bai Xing menganalisis kondisi tersebut secara mendalam. Beliau kemudian menerapkan kemoterapi infusi tumor panggul dan terapi skleroterapi dengan panduan CT-scan yang presisi. Langkah ini memberikan opsi terapi yang lebih personal bagi pasien dengan kondisi stadium lanjut yang kompleks ini.
Kemampuan Beliau dalam menguasai teknologi intervensi minimal invasif tumor telah membantu banyak pasien yang sebelumnya dianggap kehilangan kesempatan operasi tradisional untuk mendapatkan kesembuhan radikal atau remisi jangka panjang.
Berinovasi demi Kemajuan Ilmu Kedokteran, Berpegang Teguh pada Standar dan Integritas Profesi
Di luar kesibukan klinis dan mengajar, dr. Bai Xing tidak pernah melupakan misi inovasi ilmiahnya. Selama 30 tahun mendalami dunia klinis, dr. Bai Xing telah menerbitkan lebih dari 10 artikel ilmiah berturut-turut dan memegang 1 paten invensi tingkat nasional. Beliau merupakan pekerja sains dan teknologi Berprestasi Provinsi Henan, Pakar Teknis Unggulan, serta Anggota Partai “Empat Keunggulan” Partai Komunis Tiongkok. Beliau adalah seorang praktisi sejati di bidang kedokteran intervensi minimal invasif di Tiongkok, sekaligus seorang dokter intervensi tumor yang mengukir niat awal dan tanggung jawabnya langsung di garis depan praktik klinis.
Prestasi Akademis dr. Bai Xing
Di luar aktivitas klinis dan pengajaran yang padat, dr. Bai Xing secara konsisten terus berpartisipasi dalam penelitian akademis mengenai terapi tumor minimal invasif serta terapi komprehensif, dengan akumulasi publikasi lebih dari sepuluh artikel ilmiah di tingkat nasional maupun provinsi. Fokus penelitian Beliau utamanya terkonsentrasi pada bidang ekspresi dan signifikansi klinis penanda tumor pada keganasan, kemoterapi dan terapi target pada tumor saluran pencernaan, serta penelitian dasar dan eksplorasi mekanisme obat antitumor.
Karya Ilmiah Representatif dari dr. Bai Xing
1.Bai Xing, Chen Li. Follow-up Study on CT and MRI Imaging Changes in Nasopharyngeal Carcinoma Patients Treated with ~(125)I Particle Implantation. Chinese Journal of CT and MRI, 2016, (06): 19-21+63.
dr. Bai Xing bertindak sebagai penulis utama. Tujuan: Untuk mengevaluasi efikasi terapi implantasi partikel radioaktif iodium-125 pada pasien karsinoma nasofaring, serta menilai nilai guna aplikasi CT-scan dan MRI dalam pemantauan pascaterapi pasien. Metode: Penelitian ini melibatkan 57 pasien karsinoma nasofaring yang dirawat di rumah sakit kami dalam periode Januari 2011 hingga Desember 2014 sebagai subjek penelitian. Seluruh pasien menerima terapi implantasi partikel radioaktif iodium-125 setelah menjalani radioterapi. Pemeriksaan CT-scan dan MRI dilakukan sebelum terapi, disertai dengan pemantauan berkala untuk mengidentifikasi perubahan pencitraan CT dan MRI pasien setelah mendapatkan terapi implantasi partikel radioaktif iodium-125. Hasil: Dari 57 pasien, tercatat 12 kasus respons lengkap, 28 kasus respons parsial, 9 kasus penyakit stabil, dan 8 kasus penyakit progresif, dengan tingkat efektivitas total terapi mencapai 70,2% (40/57). Pascaprosedur, Laju Endap Darah pasien mengalami penurunan signifikan hingga lebih rendah daripada sebelum terapi, dengan perbedaan yang bermakna secara statistik ($P < 0,05$).Gambaran CT-scan sebelum dan sesudah terapi menunjukkan bahwa sebelum implantasi partikel radioaktif iodium-125, terlihat perubahan morfologi rongga nasofaring yang tidak simetris antara sisi kiri dan kanan, penebalan jaringan lunak nasofaring atau munculnya massa, di mana sebagian besar lesi berbentuk nodular, plak tebal, atau gumpalan dengan metabolisme tinggi. Setelah terapi, morfologi rongga nasofaring kembali pulih, serta penebalan jaringan lunak atau massa penyerta menghilang.Sementara itu, gambaran MRI sebelum dan sesudah terapi menunjukkan bahwa sebelum implantasi partikel radioaktif iodium-125, manifestasi utama berupa sinyal campuran pada area nasofaring, edema, serta gambaran nodul atau massa dengan sinyal abnormal isointens atau T1 panjang dan T2 agak panjang, yang mengalami penguatan signifikan setelah pemindaian kontras dengan supresi lemak. Setelah terapi, karakteristik utamanya ditandai dengan munculnya fibrosis yang dapat disertai dengan edema.Kesimpulan: Terapi implantasi partikel radioaktif iodium-125 dengan panduan CT-scan setelah radioterapi menunjukkan efikasi yang sangat baik untuk karsinoma nasofaring. Penggunaan CT-scan dan MRI dalam pemantauan berkala pascaterapi dapat mendeteksi perubahan lesi secara tepat waktu, yang memiliki signifikansi sangat penting bagi pemantauan prognosis pasien.
2.Zhu Bing, Bai Xing, Li Jinyan, Yang Yuhua, Ren Xinle. Efficacy observation of neoadjuvant chemotherapy with S-1 combined with oxaliplatin in the treatment of gastric cancer. Modern Journal of Integrated Traditional Chinese and Western Medicine, 2016.
dr. Bai Xing bertindak sebagai penulis utama. Tujuan: Untuk mengevaluasi efikasi terapi implantasi partikel radioaktif iodium-125 pada pasien karsinoma nasofaring, serta menilai nilai guna aplikasi CT-scan dan MRI dalam pemantauan pascaterapi pasien. Metode: Penelitian ini melibatkan 57 pasien karsinoma nasofaring yang dirawat di rumah sakit kami dalam periode Januari 2011 hingga Desember 2014 sebagai subjek penelitian. Seluruh pasien menerima terapi implantasi partikel radioaktif iodium-125 setelah menjalani radioterapi. Pemeriksaan CT-scan dan MRI dilakukan sebelum terapi, disertai dengan pemantauan berkala untuk mengidentifikasi perubahan pencitraan CT dan MRI pasien setelah mendapatkan terapi implantasi partikel radioaktif iodium-125. Hasil: Dari 57 pasien, tercatat 12 kasus respons lengkap, 28 kasus respons parsial, 9 kasus penyakit stabil, dan 8 kasus penyakit progresif, dengan tingkat efektivitas total terapi mencapai 70,2% (40/57). Pascaprosedur, Laju Endap Darah pasien mengalami penurunan signifikan hingga lebih rendah daripada sebelum terapi, dengan perbedaan yang bermakna secara statistik (P0.05). Gambaran CT-scan sebelum dan sesudah terapi menunjukkan bahwa sebelum implantasi partikel radioaktif iodium-125, terlihat perubahan morfologi rongga nasofaring yang tidak simetris antara sisi kiri dan kanan, penebalan jaringan lunak nasofaring atau munculnya massa, di mana sebagian besar lesi berbentuk nodular, plak tebal, atau gumpalan dengan metabolisme tinggi. Setelah terapi, morfologi rongga nasofaring kembali pulih, serta penebalan jaringan lunak atau massa penyerta menghilang.Sementara itu, gambaran MRI sebelum dan sesudah terapi menunjukkan bahwa sebelum implantasi partikel radioaktif iodium-125, manifestasi utama berupa sinyal campuran pada area nasofaring, edema, serta gambaran nodul atau massa dengan sinyal abnormal isointens atau T1 panjang dan T2 agak panjang, yang mengalami penguatan signifikan setelah pemindaian kontras dengan supresi lemak. Setelah terapi, karakteristik utamanya ditandai dengan munculnya fibrosis yang dapat disertai dengan edema.Kesimpulan: Terapi implantasi partikel radioaktif iodium-125 dengan panduan CT-scan setelah radioterapi menunjukkan efikasi yang sangat baik untuk karsinoma nasofaring. Penggunaan CT-scan dan MRI dalam pemantauan berkala pascaterapi dapat mendeteksi perubahan lesi secara tepat waktu, yang memiliki signifikansi sangat penting bagi pemantauan prognosis pasien.
3.Zhu Bing, Bai Xing, Li Jinyan, Yang Yuhua, Ren Xingle. Clinical efficacy observation of sequential application of erlotinib during chemotherapy intervals in the treatment of advanced non-small cell lung cancer. China Medical Guide, 2015, 13(19): 128-129.
dr. Bai Xing bertindak sebagai penulis bersama. Metode: Penelitian ini mengumpulkan data klinis dari 45 pasien kanker paru-paru non sel kecil stadium lanjut untuk menganalisis efikasi jangka pendek dari penggunaan erlotinib secara sekuensial selama interval kemoterapi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efektivitas total pada pasien yang belum pernah menerima terapi sebelumnya mencapai 83,33%, yang secara signifikan lebih baik dibandingkan dengan pasien yang menerima terapi ulang sebesar 53,33% (P<0,05). Penelitian ini memberikan referensi klinis bagi strategi terapi kombinasi antara kemoterapi dan terapi target untuk kanker paru-paru non sel kecil stadium lanjut.
Konferensi Akademis dan Pertukaran Ilmiah
dr. Bai Xing telah berulang kali diundang untuk menyelenggarakan pelatihan tematik mengenai terapi tumor minimal invasif di berbagai rumah sakit daerah. Beliau secara sistematis merangkum pengetahuan baru, konsep baru, dan data baru di bidang terkait, mempromosikan teknologi baru dalam terapi tumor minimal invasif dan intervensi, serta mengeksplorasi status terkini dan prospek pengembangan teknologi terapi minimal invasif dan intervensi dalam terapi tumor multidisiplin (MDT).
Proyek Penelitian Ilmiah dan Pencapaian
Telah menerbitkan lebih dari 10 artikel ilmiah pada jurnal akademik tingkat nasional dan provinsi, serta memegang 1 paten invensi tingkat nasional.
Memimpin pembangunan ruang rawat bebas nyeri tingkat nasional pada tahun 2007, memprakarsai pembentukan tim multidisiplin (MDT) onkologi tingkat nasional pada tahun 2017, serta di bawah pemimpinnya, departemennya meraih predikat sebagai spesialisasi keunggulan utama tingkat provinsi.
Fokus penelitian utama: Terapi minimal invasif tumor dan komplikasi terkait tumor, terapi intervensi vaskular dan non-vaskular tumor, serta terapi minimal invasif pada penyakit vaskular.