UNI-ASIA Logo WATA Logo
Lainnya
Lao Wang
Kanker Hati
Lao Wang
Tiongkok
Pasien berkewarganegaraan China, berusia 71 tahun, didiagnosis mengidap kanker hati. Karena posisi tumor yang berdekatan dengan pembuluh darah besar serta kondisi pasien yang sudah lanjut usia dan lemah, ia telah mendatangi beberapa rumah sakit selama tiga tahun terakhir. Namun, seluruh rumah sakit tersebut menyatakan bahwa operasi tidak dapat dilakukan dan pasien tidak akan mampu menoleransi kemoterapi, sehingga tidak ada lagi metode pengobatan yang efektif. Setelah dirujuk ke Rumah Sakit Uni-Asia, pasien menjalani tiga kali tindakan TACE secara bertahap. Proses pemulihan pasca-operasi berlangsung lancar. Hasil pemeriksaan penapisan ulang menunjukkan bahwa tumor hampit hilang sepenuhnya, mencapai kesembuhan klinis, dan saat ini pasien telah kembali menjalani aktivitas normalnya di kebun buah.
Wang Xiaocai
Kanker Paru-Paru
Wang Xiaocai
Tiongkok
Pasien berkewarganegaraan China, berusia 47 tahun, didiagnosis mengidap adenokarsinoma paru stadium IIIb disertai metastasis ke kelenjar getah bening hilus paru, mediastinum, dan leher. Karena posisi tumor yang dalam dan bersifat multifokal, serta pasien tidak merasakan adanya gejala abnormal apa pun sebelumnya, pasien mengalami ketakutan terhadap operasi bedah terbuka dan efek samping kemoterapi, sehingga sempat menolak rencana pengobatan konvensional. Setelah dirujuk ke Rumah Sakit Uni-Asia, pasien menjalani tindakan Kemoembolisasi Arteri Penyuplai Tumor. Keesokan harinya pasca-operasi, pasien sudah dapat turun dari tempat tidur untuk beraktivitas dan pulih dengan sangat baik. Saat ini, pasien telah kembali menjalani kehidupan normalnya sembari menunggu siklus pengobatan berikutnya.
Liu Heyi
Kanker Hati
Liu Heyi
Tiongkok
Pasien berkewarganegaraan China, didiagnosis mengidap kanker hati disertai obstruksi saluran empedu yang parah dan jaundis berat di seluruh tubuh. Dalam waktu satu bulan, berat badan pasien menurun drastis hampir 15 kg, dengan kadar bilirubin mencapai 257,50 μmol/L. Karena posisi tumor yang berdekatan dengan pembuluh darah besar, beberapa rumah sakit menilai risiko operasi bedah terbuka terlalu tinggi. Setelah dirujuk ke Rumah Sakit Uni-Asia, pasien menjalani dua kali terapi intervensi berturut-turut. Pemulihan pasca-operasi berlangsung cepat, pasien sudah dapat turun dari tempat tidur dan beraktivitas keesokan harinya. Kondisi jaundis telah mereda, berat badan stabil, dan saat ini pasien telah kembali menjalani kehidupan normalnya.
Chen De
Kanker Kandung Kemih
Chen De
China
Pasien berkewarganegaraan China, mengalami kekambuhan kanker kandung kemih setelah enam tahun pasca-operasi, disertai metastasis ke hati dan terbentuknya trombus pada aorta abdominalis. Tim MDT Rumah Sakit Huaxi menyarankan tindakan pengangkatan kandung kemih secara total, namun pasien menolak karena kondisi fisiknya yang tidak memungkinkan. Setelah datang ke rumah sakit kami untuk menjalani terapi intervensi, kondisi mental pasien yang awalnya pendiam sebelum operasi berubah menjadi aktif berkomunikasi dengan keluarga, rasa nyeri berkurang, dan kini ia menunggu siklus pengobatan berikutnya dengan penuh keyakinan.
Tian Yufang
Kanker kolorektal
Tian Yufang
China
Pasien berkewarganegaraan Tiongkok, wanita berusia 60 tahun, menjalani operasi radikal satu tahun lalu akibat kanker kolon. Pascatindakan, pasien mengalami beberapa kali kekambuhan disertai metastasis pada area pelvis. Pasien telah menjalani beberapa kali prosedur pembedahan serta berbagai rangkaian kemoterapi di sejumlah rumah sakit berbeda, hingga akhirnya tidak mampu lagi menoleransi pengobatan tersebut akibat efek samping toksik yang parah. Kondisi fisik pasien menjadi sangat lemah dan mengalami kecemasan tingkat tinggi. Setelah dirujuk ke Rumah Sakit Uni-Asia Chengdu, Tim Medis Multidisiplin (MDT) segera melakukan konsultasi bersama dan menyusun rencana terapi intervensi arteri yang dipersonalisasi. Pascaoperasi, gejala yang dirasakan pasien mereda secara signifikan. Rasa nyeri berkurang, kondisi mental membaik, serta pola makan dan tidur mengalami peningkatan. Karena merasa sangat puas dengan hasil terapi dan layanan yang diberikan, pasien secara sukarela merekomendasikan sepupu lakilakinya yang menderita kanker pankreas untuk berobat ke rumah sakit ini. Saat ini, sepupu pasien telah menghubungi pihak Rumah Sakit Uni-Asia Chengdu dan sedang menjalani proses konsultasi awal jarak jauh.
Li Xiufang
Kanker Hati
Li Xiufang
Tiongkok
Pasien berkewarganegaraan China, didiagnosis mengidap tumor masif pada area porta hepatis sekunder kedua saat berusia 9 tahun. Karena posisi tumor yang melekat erat dengan pembuluh darah besar, beberapa rumah sakit menilai sudah tidak memenuhi syarat untuk operasi pembedahan. Pihak keluarga kemudian membawa pasien anak tersebut ke Rumah Sakit Uni-Asia. Tim Profesor Liao Zhengyin merumuskan rencana terapi intervensi minimal invasif yang presisi melalui diskusi MDT dan berhasil melaksanakan tindakan tersebut. Pasca-tindakan, pasien anak mematuhi anjuran medis untuk menjalani pemeriksaan penapisan rutin secara berkala. Hasil tindak lanjut pencitraan medis menunjukkan bahwa tumor telah hilang sepenuhnya, tanpa kekambuhan selama 17 tahun, serta seluruh indikator klinis berfungsi normal. Saat ini, pasien telah lulus kuliah dengan predikat mahasiswa berprestasi dan telah bekerja, mencapai kelangsungan hidup jangka panjang dengan kualitas hidup yang tinggi.
Shu Yuanzhi
Kanker Pankreas
Shu Yuanzhi
Tiongkok
Shu Yuanzhi, usia 57 tahun, Warga Negara Tiongkok, didiagnosis menderita Karsinoma kaput pankreas stadium lanjut lokal. Pasien juga memiliki golongan darah Rhesus Negatif (yang dikenal sebagai “darah panda” ). Mengingat padatnya pembuluh darah di sekitar kaput pankreas yang memicu risiko pendarahan bedah yang sangat tinggi, ditambah dengan ketersediaan stok darah yang sangat kritis, beberapa rumah sakit mengevaluasi bahwa risiko operasi bedah terbuka terlalu tinggi. Setelah dirujuk ke Rumah Sakit Uni-Asia Chengdu, tim Prof. Liao Zhengyin melaksanakan tindakan Ablasi NanoKnife untuk pasien. Prosedur ini menggunakan pulsa listrik bertegangan tinggi untuk menghancurkan sel-sel tumor secara presisi tanpa merusak struktur pembuluh darah di sekitarnya, dengan pendarahan yang hampir mendekati nol selama operasi. Hasil pemeriksaan pasca-operasi pada hari berikutnya menunjukkan bahwa efek ablasi sangat baik, tanpa adanya pendarahan maupun komplikasi, dan pasien telah keluar dari rumah sakit dengan lancar.
Zhang Suying
Kanker Lambung
Zhang Suying
Tiongkok
Pasien dari Tiongkok, seorang pensiunan penari, mengalami metastasis rongga perut yang luas setelah operasi kanker lambung yang disertai dengan obstruksi usus parah. Tim MDT dari beberapa rumah sakit tersier (Kelas 3A) menyatakan tidak dapat memberikan pengobatan yang efektif. Setelah menghubungi Huanya, pihak rumah sakit segera mengirimkan ambulans untuk menjemput pasien dalam kondisi darurat.
Gao De
Kanker Pankreas
Gao De
Tiongkok
Gao De, Warga Negara Tiongkok, usia 60 tahun, didiagnosis menderita kanker pankreas. Tumor terletak di sudut tersembunyi pada bagian terdalam pankreas, serta berbatasan langsung dan sebagian membungkus pembuluh darah besar yang krusial di rongga perut. Berdasarkan hasil evaluasi, tumor tidak dapat diangkat melalui operasi bedah konvensional, dan efektivitas kemoterapi pun dinilai kurang optimal. Setelah dirujuk ke Rumah Sakit Uni-Asia Chengdu, tim Prof. Xiao melaksanakan tindakan Ablasi NanoKnife untuk pasien. Prosedur ini menggunakan pulsa listrik bertegangan tinggi untuk menghancurkan sel-sel tumor secara presisi, sementara struktur pembuluh darah dan saluran empedu di sekitarnya tetap utuh sepenuhnya, dengan pendarahan yang hampir mendekati nol selama operasi. Hasil pemeriksaan pasca-operasi menunjukkan bahwa area ablasi tampak sempurna, tumor telah diinaktivasi sepenuhnya, dan pasien kini telah keluar dari rumah sakit dengan lancar untuk kembali menjalani kehidupan normalnya.
Nguyen Thi Thu Huong
Kanker Serviks
Nguyen Thi Thu Huong
Vietnam
Seorang pasien wanita berusia 50 tahun didiagnosis dengan karsinoma sel skuamosa serviks. Setelah dievaluasi di rumah sakit setempat, ia dinyatakan tidak memiliki pilihan pengobatan efektif lebih lanjut. Kemudian, setelah berbagai upaya, ia dirujuk ke rumah sakit kami. Tim ahli kami mengadakan konsultasi darurat dan menyusun rencana pengobatan intervensional. Dilakukan kemoterapi infus arteri hepatik dan embolisasi. Setelah prosedur, aktivitas tumor menurun secara signifikan, dan kondisi mental serta nafsu makan pasien membaik drastis. Saat ini pasien telah kembali ke negaranya dan menjalani pemantauan rutin serta pemeriksaan ulang terjadwal.
Professor Zhu
Kanker Hati
Professor Zhu
Tiongkok
Pasien adalah warga negara Tiongkok, berusia 70 tahun, seorang profesor pensiunan dari China University of Geosciences, dengan riwayat hepatitis B selama 35 tahun. Pada Mei 2025, ia didiagnosis menderita kanker hati tipe massa besar di lobus kiri hati, dengan diameter 12 cm, disertai asites, anemia sedang, dan gangguan fungsi hati yang berat. Setelah dirujuk ke Rumah Sakit Uni-Asia, tim Prof. Liao Zhengyin melakukan 2 kali prosedur angiografi arteri hepatika dengan terapi infus dan embolisasi. Dua bulan kemudian, pemeriksaan ulang menunjukkan bahwa tumor mengecil menjadi 6 cm, asites berkurang secara signifikan, dan fungsi hati pulih dengan jelas. Saat ini, pasien telah kembali menjalani kehidupan normal.
Nurul Safitri
Kanker Nasofaring
Nurul Safitri
Indonesia
Seorang pasien berkewarganegaraan Indonesia didiagnosis menderita karsinoma sel skuamosa hipofaring. Karena ketakutan akan operasi terbuka yang dapat menyebabkan kehilangan suara dan gangguan menelan, pasien menolak pengobatan bedah. Setelah dirujuk ke Rumah Sakit Huanya, pasien menjalani prosedur kemoterapi embolisasi arteri pemasok tumor. Keesokan harinya setelah prosedur, pembengkakan laring mereda dan suara menjadi jelas. Pada hari kelima, pasien berhasil dipulangkan dengan fungsi menelan pulih normal. Selanjutnya, pasien diberikan terapi radiasi lokal sebagai penguatan, dan kini telah kembali menjalani kehidupan normal.
Wang Xiulan
Kanker Hati
Wang Xiulan
China
Pasien berkewarganegaraan Tiongkok, wanita berusia 41 tahun, didiagnosis menderita kanker hati tipe massa raksasa soliter pada lobus kanan hati. Tumor tersebut menekan saluran empedu sehingga menyebabkan ikterus tingkat berat. Akibat ukuran tumor yang sangat besar dan lokasinya yang spesifik, operasi pembedahan untuk pengangkatan tumor tidak dapat dilakukan. Pasien sebelumnya telah menjalani radiokemoterapi di rumah sakit lain, namun efektivitasnya tidak baik. Selain itu, pasien juga mengalami efek samping toksik yang parah seperti mual, muntah, dan supresi sumsum tulang, sehingga tidak mampu lagi menoleransi pengobatan tersebut. Setelah melalui berbagai rujukan dan akhirnya tiba di Rumah Sakit Uni-Asia Chengdu, Tim Medis Multidisiplin (MDT) segera melakukan konsultasi bersama dan melaksanakan dua kali tindakan terapi intervensi arteri hepatika untuk pasien. Pascatindakan, pasien pulih dengan cepat dan gejala ikterus mereda total. Perbandingan hasil CT scan sebelum dan sesudah tindakan menunjukkan bahwa volume tumor menyusut lebih dari 70% dan kehilangan aktivitasnya. Saat ini, pasien telah mendapatkan kembali kemampuan untuk hidup mandiri dan kembali menjalani aktivitas rumah tangga sehari-hari.
Pak Guru Tang
Kanker Lambung
Pak Guru Tang
Tiongkok
Seorang pasien berkewarganegaraan Tiongkok didiagnosis menderita kanker lambung. Karena mengidap sirosis hati yang parah dan cadangan fungsi hati yang buruk, beberapa rumah sakit menilai pasien tidak dapat mentoleransi operasi bedah terbuka. Setelah dirujuk ke Rumah Sakit Uni-Asia, pasien menjalani tindakan Transarterial Chemoembolization (TACE). Pemulihan pascaoperasi berlangsung sangat cepat; pasien sudah bisa turun dari tempat tidur dan beraktivitas keesokan harinya. Hasil pemeriksaan penunjang menunjukkan deposisi lipiodol yang baik pada tumor, dan saat ini pasien telah kembali menjalani kehidupan normal.
saya Jia
Kanker Hati
saya Jia
China
Pasien berkewarganegaraan Tiongkok, wanita berusia 78 tahun, didiagnosis menderita kolangiokarsinoma hilus akibat ikterus di seluruh tubuh. Setelah menjalani prosedur drainase PTCD di rumah sakit lain, gejala ikterus sempat mereda untuk sementara. Namun, karena lokasi tumor yang spesifik, faktor usia lanjut, serta pertimbangan lainnya, pasien tidak dapat menjalani operasi pembedahan maupun radiokemoterapi konvensional. Setelah dirujuk ke Rumah Sakit Uni-Asia Chengdu, Tim Medis Multidisiplin (MDT) menyusun rencana intervensi yang dipersonalisasi untuk pasien, dan telah berhasil melaksanakan dua kali tindakan kemoembolisasi intervensi arteri. Pascatindakan, lesi tumor menyusut secara signifikan, saluran ekskresi empedu kembali lancar, warna feses yang semula seperti tanah liat berubah menjadi kuning normal, nafsu makan kembali pulih, dan kondisi mental membaik secara nyata. Saat ini, selang drainase pasien telah dicabut, dan pasien dapat kembali menikmati masa tuanya dengan damai dan tenang.
Lao Chen
Kanker Kandung Kemih
Lao Chen
Tiongkok
Seorang pasien berkewarganegaraan Tiongkok didiagnosis menderita Infiltrating Urothelial Carcinoma. Pascaoperasi, penyakitnya berulang kali kambuh disertai metastasis di beberapa titik. Pasien telah menjalani beberapa kali operasi bedah terbuka serta kemoterapi, hingga kondisi fisiknya tidak lagi sanggup mentoleransi pengobatan agresif. Pada akhir tahun 2024, pasien dirujuk ke Rumah Sakit Uni-Asia Chengdu. Tim Prof. Liao Zhenyin melakukan tindakan krioblasi pada lesi metastasis di dinding abdomen dengan panduan kombinasi CT scan dan USG. Keesokan harinya setelah operasi, pasien sudah dapat turun dari tempat tidur untuk beraktivitas. Hanya dalam lima hari rawat inap, pasien berhasil keluar dari rumah sakit dengan lancar dan mendapatkan kembali kehidupannya yang damai.
Catia
Kanker Hati
Catia
Filipina
Pasien berkewarganegaraan Filipina, 42 tahun, didiagnosis menderita kanker hati primer disertai metastasis intrahepatik dan trombus tumor pada vena kava inferior (stadium IV), sehingga sudah kehilangan kesempatan untuk menjalani operasi bedah. Melalui rekomendasi pusat rujukan internasional, pasien datang ke Rumah Sakit Uni-Asia Chengdu. Tim Profesor Luo Xiaoping terlebih dahulu melakukan drainase saluran empedu untuk meredakan ikterus. Setelah kondisinya stabil, dilakukan kemoterapi infus arteri hepatika dan embolisasi untuk mengendalikan tumor. Setelah tindakan, keluhan perut kembung berkurang secara nyata; keesokan harinya pasien sudah dapat turun dari tempat tidur dan bergerak, lalu dipulangkan dengan lancar untuk kembali ke negaranya.
Ny. Nguyen
Kanker Paru-Paru
Ny. Nguyen
Vietnam
Pasien berkewarganegaraan Vietnam, berusia 68 tahun, didiagnosis menderita karsinoma neuroendokrin sel kecil pada paru kanan disertai metastasis di kedua paru. Ia sebelumnya menjalani reseksi parsial paru kanan serta beberapa kali kemoradioterapi. Karena kekambuhan dan metastasis membuatnya kehilangan kesempatan untuk menjalani pembedahan, ia dirujuk ke Rumah Sakit Uni-Asia Chengdu oleh sebuah pusat rujukan internasional. Tim Profesor Liao Zhengyin melakukan kemoembolisasi intervensi minimal invasif. Sehari setelah prosedur, ia sudah dapat turun dari tempat tidur dan bergerak; batuk serta sesak napasnya membaik secara nyata. Beberapa hari kemudian, ia pulang dengan lancar ke negaranya dan kembali memperoleh kehidupan normal.
Amira
Kanker Nasofaring
Amira
Indonesia
Pasien berkewarganegaraan Indonesia, 35 tahun, didiagnosis mengalami kekambuhan pascaoperasi rhabdomyosarcoma alveolar di nasofaring, dengan invasi ke rongga mata. Risiko operasi ulang sangat tinggi. Setelah konsultasi jarak jauh, pasien dirujuk ke Rumah Sakit Uni-Asia Chengdu. Tim Profesor Liao Zhengyin melakukan kemoterapi infus arteri dan embolisasi pada pembuluh darah pemasok tumor di area orbita. Selanjutnya, pasien menjalani implantasi biji radioaktif iodium-125 di cabang Zigong. Setelah tindakan, rasa nyeri, bengkak, dan kemerahan pada mata berkurang secara signifikan; bola mata berhasil dipertahankan, dan pasien kembali memperoleh kepercayaan diri dalam hidup.
Akun
Kanker Hati
Akun
Tiongkok
Seorang pasien berkewarganegaraan Tiongkok didiagnosis menderita kanker hati disertai metastasis ke vertebra servikal C3 dan fraktur patologis. Saat masuk rumah sakit, ia mengalami nyeri leher yang sangat hebat dan gerakannya sangat terbatas. Tim Rumah Sakit Uni-Asia Chengdu terlebih dahulu melakukan vertebroplasti servikal dengan semen tulang untuk menstabilkan vertebra dan meredakan nyeri. Keesokan harinya, tim melakukan kemoembolisasi arteri hepatika untuk mengendalikan tumor di dalam hati. Setelah tindakan, nyeri pasien berkurang secara nyata; ia dapat turun dari kursi roda dan berjalan, serta tampak bersemangat saat keluar dari rumah sakit.
Huang Peigen
Kanker Prostat
Huang Peigen
Tiongkok
Seorang pasien pria berkewarganegaraan Tiongkok berusia 60 tahun didiagnosis menderita kanker prostat. Hasil evaluasi dari rumah sakit lain menyatakan bahwa kondisi pasien sudah tidak dapat dioperasi. Pasien kemudian menjalani terapi endokrin dan kemoterapi, namun mengalami efek samping yang sangat berat. Di samping itu, kadar PSA pasien terus meningkat, disertai dengan gejala kesulitan buang air kecil, sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil, serta nyeri panggul yang parah, sehingga kualitas hidupnya menjadi sangat buruk. Setelah mencari pengobatan ke berbagai tempat, pasien akhirnya datang ke Rumah Sakit Uni-Asia Chengdu. Melalui sesi konsultasi Tim Medis Multidisiplin (MDT), tim pakar menyusun rencana terapi embolisasi intervensi transarterial yang dipersonalisasi secara khusus untuk pasien. Setelah menjalani beberapa kali terapi intervensi, hasil pemeriksaan evaluasi menunjukkan bahwa lesi tumor mengecil secara signifikan, kadar PSA menurun drastis, fungsi berkemih kembali normal, dan nyeri panggul hilang sepenuhnya. Kondisi mental serta kebugaran fisik pasien juga mengalami peningkatan yang nyata, dan saat ini pasien telah dapat kembali menjalani kehidupan normalnya.
Ibu Li
Kanker Payudara
Ibu Li
Tiongkok
Seorang pasien wanita berkewarganegaraan Tiongkok telah didiagnosis menderita kanker payudara jenis karsinoma lobular invasif selama 5 tahun. Akibat ukuran tumor yang sangat besar hingga mencapai 17 cm, terjadi ulserasi yang mengeluarkan nanah disertai bau yang menyengat. Pasien telah menjalani beberapa kali sesi radioterapi dan kemoterapi di rumah sakit lain, namun mengalami efek samping yang sangat berat hingga tubuhnya tidak mampu menoleransinya lagi; kedua tangan dan kakinya berubah menjadi hitam, dan kondisi fisiknya menjadi sangat lemah. Setelah ditolak secara halus oleh beberapa rumah sakit, pasien mengetahui keberadaan Rumah Sakit Uni-Asia Chengdu melalui video pendek di media sosial. Meskipun sempat mendapat tentangan dari pihak keluarga, pasien tetap teguh pada pendiriannya untuk datang mencari pengobatan. Setelah dievaluasi oleh Tim Medis Multidisiplin (MDT) Rumah Sakit Uni-Asia, tim pakar melakukan beberapa kali tindakan terapi embolisasi intervensi transarterial untuk pasien. Pascatindakan, ukuran tumor menyusut drastis dari 17 cm menjadi 7 cm, hingga akhirnya menghilang sepenuhnya. Area luka yang pecah kini telah mengering dan sembuh total, serta bau menyengat telah hilang. Pasien pulih dengan sangat baik dan mendapatkan kembali kepercayaan dirinya untuk menjalani kehidupan.
Tim MDT
Menghimpun para spesialis terkemuka Tiongkok di bidang intervensi minimal invasif tumor untuk menyediakan layanan pengobatan kanker minimal invasif terkemuka di dunia untuk Anda.
Lihat selengkapnya
Teknologi Pengobatan
Menyediakan solusi pengobatan presisi yang tertarget dan berkualitas kelas dunia bagi pasien global.
Teknologi pengobatan

Konsultasi Gratis

Kategori Konsultasi
Nama
Jenis Kelamin
Tanggal Lahir
Kewarganegaraan
Negara Tempat Tinggal
No. Telepon/HP
Email
Pertanyaan Anda
Kebijakan Privasi dan Pernyataan

Berhasil Dikirim

Kami telah menerima konsultasi Anda. Terima kasih atas kepercayaan Anda. Staf kami akan menghubungi Anda dalam 72 jam, jadi mohon perhatikan panggilan telepon dan email.

Buat Janji WhatsApp
Hubungi