- Tim MDT
- He Weibing
Dengan Teknologi Krioablasi Bersuhu hingga -140°C, Dua Dekade Mengabdi untuk Menjaga Harapan Hidup Pasien
— Dialog dengan dr. He Weibing, Penanggung Jawab Cabang Internasional dan Pemimpin Keilmuan di Bidang Ablasi Krioterapi Rumah Sakit Uni-Asia
Lebih dari Dua Dekade Mengabdikan Diri pada Krioablasi, Menghadirkan Terapi Minimal Invasif yang Presisi bagi Pasien Kanker
Dalam sejarah perkembangan teknologi krioablasi, teknologi pisau argon-helium mulai masuk ke Tiongkok pada awal abad ini. Sejak saat itu, dr. He Weibing telah berdiri di garis depan teknologi ini. Melalui akumulasi jarum demi jarum dan evaluasi kasus demi kasus, beliau menjadi saksi hidup seluruh proses evolusi cryoablation di Tiongkok,dari yang awalnya sebuah “teknologi baru yang hanya dikuasai segelintir orang” hingga kini bertransformasi menjadi “salah satu dari tiga pilar utama ablasi dalam terapi tumor minimal invasif.”
Sebagai salah satu anggota pendiri, dr. He Weibing pernah bekerja selama bertahun-tahun di Guangzhou Fuda Cancer Hospital. Beliau turut membangun dan lama menjabat sebagai Wakil Direktur Eksekutif Pusat Terapi Minimal Invasif Tumor. Selama bekerja di sana, beliau kerja sama dengan Prof. Niu Lizhi yang sebagai pakar krioblasi ternama di kancah internasional, dan mempelajari seluruh sistem teori dan protokol tindakan krioablasi secara sistematis. Selain itu, beliau juga secara inovatif mencetuskan 10 teknik krioblasi Argon-Helium (adhesive needle, hook needle, field-shaped needle, triangular needle, time-difference needle, well-shaped needle, cross needle, sparse-dense needle, sandwich needle, and cross needle). Dari Guangzhou hingga Chengdu, selama lebih dari 20 tahun beliau konsisten bertahan di lini terdepan ablasi beku, menjadikannya salah satu dokter yang paling banyak memegang jarum krioblasi di Tiongkok.
Di bidang keahlian teknis, krioblasi merupakan benteng pertahanan utamanya. Di saat yang sama, beliau juga menguasai dengan sangat baik berbagai teknologi ablasi mutakhir lainnya, seperti brakiterapi internal melalui implantasi partikel radioaktif iodium-125 dan ablasi NanoKnife. Beliau telah mengumpulkan rekam jejak kasus klinis yang ekstensif dalam tindakan minimal invasif untuk tumor hati, paru-paru, ginjal, serta area pelvis. Beliau memiliki keahlian unggulan dalam terapi ablasi dan brakiterapi partikel untuk keganasan hati dan paru-paru, serta penanganan komprehensif minimal invasif pada kasus metastasis hati pascaoperasi kanker kolorektal. Sepanjang kariernya hingga kini, beliau telah bertindak sebagai ahli bedah utama dalam lebih dari 10.000 kasus operasi intervensi minimal invasif, yang mana banyak di antaranya merupakan tindakan cryoablation pada area berisiko tinggi dan sulit, yang sering kali dianggap oleh rekan sejawat sebagai kasus dengan "tingkat kesulitan operasional tinggi dan risiko ekstrem." Kisah suksesnya saat menyelamatkan ibunda dari seorang doktor lulusan Amerika Serikat bahkan sempat diliput oleh Majalah Zhiyin yang sebagai majalah dengan sirkulasi terbesar di Tiongkok pada awal abad ini serta disiarkan oleh China Central Television (CCTV).
Sebagai salah satu anggota pendiri Kelompok Ablasi Komite Spesialis Terapi Minimal Invasif Tumor Asosiasi Anti-Kanker Tiongkok, dr. He Weibing aktif terlibat dalam berbagai penelitian klinis terkait cryoablation serta mendorong standarisasi teknis dalam industri medis ini. Pada tahun 2023, seorang pasien kanker hati berhasil menunjukkan penurunan penanda tumor secara konsisten dan penyusutan lesi secara signifikan setelah menjalani tiga sesi terapi intervensi yang dikombinasikan dengan cryoablation. Kondisi pasien berhasil diubah dari status “tidak dapat direseksi” menjadi “terkontrol stabil.” Dalam ulasan kasusnya, dr. He Weibing menuliskan: “Kemajuan ilmu kedokteran bukanlah tentang mendorong lebih banyak pasien ke meja operasi, melainkan tentang menarik lebih banyak pasien keluar dari jurang keputusasaan.” Filosofi mendalam inilah yang tampaknya menjadi arah kompas yang tidak pernah bergeser dalam lebih dari 30 tahun perjalanan karier medis beliau.
Prestasi Karya Ilmiah dr. He Weibing
Di luar tugas klinisnya, dr. He Weibing secara konsisten aktif dalam menyusun evaluasi aplikasi klinis serta melakukan promosi akademis untuk teknologi krioablasi. Berdasarkan data statistik dari platform jurnal ilmiah seperti Weipu Chinese Journal Database dan basis data lainnya, beliau telah berpartisipasi sebagai penulis utama dalam penerbitan sejumlah makalah ilmiah. Beberapa di antaranya merupakan makalah yang memiliki pengaruh tinggi dengan tingkat sitasi yang berada di jajaran terdepan dalam disiplin ilmu tersebut. Fokus penelitian beliau utamanya berpusat pada krioablasi tumor padat seperti kanker hati dan kanker paru, strategi terapi sekuensial kombinasi antara krioablasi dengan metode pengobatan lainnya, serta manajemen pencegahan dan penanganan komplikasi pascakrioablasi.
Karya Ilmiah Representatif dari dr. He Weibing
1. Niu Lizhi, He Weibing, He Yisong, et al. Clinical analysis of 508 cases of lung cancer treated with argon-helium knife cryotherapy. Chinese Journal of Traffic Medicine, 2006, 20(1): 29-30.
He Weibing merupakan penulis bersama dalam penelitian ini. Artikel ini merupakan salah satu analisis kasus ablasi kriogenik kanker paru terbesar yang pernah dilaporkan di Tiongkok. Penelitian ini secara sistematis melaporkan luaran klinis dan kejadian komplikasi pada 508 pasien kanker paru yang tidak memenuhi kriteria untuk reseksi bedah, yang menjalani terapi ablasi kriogenik bertarget menggunakan sistem Argon-Helium Knife dengan panduan CT atau ultrasonografi (USG). Hingga saat ini, publikasi tersebut masih menjadi salah satu referensi penting yang banyak disitasi dalam bidang ablasi kriogenik tumor paru.
2. Niu Lizhi, He Weibing, Guo Ziqian, Zhang Shuping, He Yisong, Zuo Jiansheng, Xu Kecheng. Percutaneous cryoablation for locally advanced non-small cell lung cancer. Paper from Fuda Cancer Hospital, Guangzhou, 2016.
dr. He Weibing bertindak sebagai penulis bersama. Penelitian ini melibatkan 120 pasien dengan kanker paru-paru non sel kecil yang menjalani terapi krioablasi argon-helium perkutan dengan panduan ultrasonografi (USG) atau CT scan, serta dipantau selama lebih dari 2 tahun. Setelah menjalani terapi, tingkat perbaikan gejala tercatat sebesar 78,5% untuk nyeri dada, 79,2% untuk batuk darah, 69,1% untuk batuk, dan 72,0% untuk sesak napas. Pada evaluasi 3 bulan pascatindakan, tingkat respons lengkap (CR) mencapai 25,5%, sedangkan tingkat respons sebagian (PR) sebesar 41,8%. Tingkat kelangsungan hidup pasien pada bulan ke-6 adalah 64%, pada bulan ke-12 sebesar 55%, dan pada bulan ke-24 mencapai 36%. Kesimpulan penelitian membuktikan bahwa teknologi ini memiliki nilai yang signifikan dan pasti dalam meredakan gejala klinis serta mengendalikan perkembangan tumor pada pasien karsinoma paru-paru non sel kecil stadium lanjut lokal yang sudah tidak dapat dioperasi.
3. Xu Kecheng, Niu Lizhi, Zhou Qiang, He Weibing, Guo Ziqian, Zuo Jiansheng. Sequential treatment with chemoembolization, cryoablation, and alcohol injection for 51 cases of unresectable hepatocellular carcinoma. Paper from Fuda Cancer Hospital, Guangzhou, 2014.
dr. He Weibing bertindak sebagai penulis bersama. Sebanyak 51 pasien dengan karsinoma hepatoseluler yang tidak dapat direseksi menerima terapi sekuensial tiga langkah, yang mengombinasikan TACE, krioablasi, dan injeksi etanol perkutan (PEI). Sebanyak 48 pasien berhasil dipantau selama 6 hingga 20 meses dalam sesi tindak lanjut, di mana 81,2% di antaranya menunjukkan pengecilan ukuran tumor intrahepatik, dan 85,3% pasien yang awalnya memiliki kadar AFP tinggi mengalami penurunan kadar AFP. Tingkat kelangsungan hidup pasien pada 6 bulan mencapai 89,6%, pada 1 tahun sebesar 80,0%, dan pada 1,5 tahun sebesar 66,6%. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sekuensial dari ketiga modalitas tersebut dapat menghasilkan efek sinergis, sehingga memberikan jalur komprehensif yang aman dan efektif untuk penanganan kasus kanker hati yang rumit.
4. Niu Lizhi, Xu Kecheng, Ye Yukun, Hu Yize, He Weibing, He Yisong, Hong Haizhen, Li Yanhong. Complications and management in 1,806 cases of tumor ablation with the American argon-helium knife. Proceedings of the First China Symposium on Minimally Invasive Tumor Treatment and the Founding Conference of the Professional Committee of Minimally Invasive Treatment of Cancer, China Anti-Cancer Association.
dr. He Weibing bertindak sebagai penulis bersama. Laporan ini merupakan salah satu studi komplikasi dengan ukuran sampel terbesar untuk modalitas krioablasi di Tiongkok, yang secara sistematis merangkum spektrum komplikasi serta strategi penanganan dari 1.806 kasus krioablasi perkutan. Penelitian ini memberikan dasar referensi yang menjadi tonggak sejarah penting bagi evaluasi keamanan serta standardisasi promosi teknologi tersebut dalam dunia kedokteran.
5. Xu Kecheng, Niu Lizhi, He Weibing, Guo Ziqian, Zuo Jiansheng. Percutaneous ablation therapy for liver cancer. Proceedings of the 16th National Academic Symposium on Digestive Diseases of the Chinese Association of Integrative Medicine.
dr. He Weibing bertindak sebagai penulis bersama. Saat kanker hati berhasil didiagnosis secara pasti, mayoritas pasien didapati sudah tidak memenuhi syarat untuk menjalani tindakan reseksi bedah. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah terapi ablasi perkutan yang bertujuan untuk menggantikan prosedur pembedahan mulai bermunculan. Karakteristik umum dari metode-metode ini meliputi: bersifat minimal invasif. mampu mencapai kesembuhan radikal pada tumor berukuran kecil dengan efikasi yang sebanding dengan operasi bedah; serta mampu mengurangi beban tumor pada kasus tumor berukuran besar atau multipel, sehingga menciptakan kondisi yang kondusif untuk terapi komprehensif lanjutan demi meningkatkan kualitas hidup dan memperpanjang masa kelangsungan hidup pasien.
6. Xu Kecheng, Niu Lizhi, Hu Yize, He Weibing, He Yisong, Zuo Jianniu. Cryotherapy plus radioactive iodine seed implantation for locally advanced pancreatic cancer. Chinese Journal of Pancreatology. 2008:4 (9-12).
dr. He Weibing bertindak sebagai penulis bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi nilai terapeutik dari kombinasi tindakan krioablasi intraoperatif atau perkutan dengan implasasi partikel lodium-125 pada kasus kanker pankreas stadium lanjut lokal .Metode: Penelitian ini melibatkan 38 pasien dengan kanker pankreas stadium lanjut lokal yang berdasarkan evaluasi komprehensif dinyatakan tidak dapat menjalani tindakan reseksi bedah. Seluruh pasien menerima terapi kombinasi krioablasi yang dipadukan dengan implasasi partikel lodium-125. Implasasi partikel lodium-125 dilakukan di bawah visualisasi bedah langsung atau melalui pungsi perkutan dengan panduan ultrasonografi (USG) atau CT scan. Sebanyak 8 pasien telah menerima 4 hingga 6 siklus kemoterapi sebelum masuk rumah sakit. Evaluasi respons terapeutik tumor dilakukan menggunakan CT scan pada 3 bulan pascatindakan.Hasil: Sebanyak 11 pasien menerima krioablasi intraoperatif, dan 27 pasien menerima krioablasi perkutan (14 pasien di antaranya menjalani 2 kali krioablasi, dan 3 pasien menjalani 3 kali krioablasi). Sebanyak 29 pasien menjalani implasasi partikel lodium-125 intratumoral secara simultan bersamaan dengan prosedur krioablasi, sementara 9 pasien menjalani implasasi partikel lodium-125 pascaoperasi dengan panduan USG atau CT scan. Terapi kemoterapi arteri regional diberikan kepada 15 pasien (13 pasien di antaranya disertai metastasis hati atau kelenjar getah bening peripankreas). Angka CR, PR, SD, dan PD berturut-turut adalah 9 kasus, 16 kasus, 10 kasus, dan 3 kasus. Pascatindakan, 20 pasien (52,6%) mengalami nyeri perut bagian atas, 16 pasien (42,1%) mengalami peningkatan amilase serum, dan 5 pasien (13,2%) mengalami komplikasi pankreatitis akut dengan 1 kasus di antaranya adalah pankreatitis akut berat (SAP). Seluruh komplikasi tersebut berhasil disembuhkan melalui terapi konservatif. Tidak ada kematian yang terkait dengan prosedur terapi. Selama periode tindak lanjut selama 5 hingga 37 bulan, median kelangsungan hidup adalah 12 bulan. Tingkat kelangsungan hidup keseluruhan pada 6 bulan, 12 bulan, 24 bulan, dan 36 bulan berturut-turut adalah 94,7%, 49,4%, 21,8%, dan 5,4%. Tingkat kelangsungan hidup pasien yang menerima kemoterapi pada 6 bulan, 12 bulan, 24 bulan, dan 36 bulan berturut-turut adalah 93,3%, 26,6%, 0%, dan 0%. Sementara itu, tingkat kelangsungan hidup pasien yang tidak menerima kemoterapi berturut-turut adalah 95,6%, 65,9%, 19,8%, dan 9,9%; terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok tersebut (P < 0,01). Dua pasien dengan masa kelangsungan hidup terpanjang masing-masing mencapai 31 dan 37 bulan, dan saat ini tidak menunjukkan bukti kekambuhan apa pun. Sebanyak 29 pasien meninggal dunia, dengan 15 kasus kematian terjadi dalam kurun waktu 12 bulan. Kesimpulan: Bagi mayoritas pasien kanker pankreas, khususnya mereka yang tidak dapat menjalani operasi bedah, terapi krioablasi menunjukkan efikasi klinis yang baik dengan tingkat efek samping yang relatif rendah. Penambahan implasasi partikel lodium-125 yang dilakukan secara simultan atau sekuensial setelah krioablasi memberikan efek sinergis yang saling melengkapi dengan terapi krioablasi.
7. Guo Ziqian, Niu Lizhi, He Yisong, He Weibing, Xu Kecheng. Permanent 125I seed implantation brachytherapy for advanced bladder cancer. Traffic Medicine. 2007:2 (262-263).
dr. He Weibing bertindak sebagai penulis bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi nilai klinis serta efikasi dari implasasi partikel lodium-125 dalam penanganan kanker kandung kemih, sekaligus membuka jalur terapi minimal invasif baru untuk pengobatan kanker kandung kemih. Metode: Penelitian ini melibatkan 6 pasien dengan kanker kandung kemih stadium lanjut yang menjalani prosedur implasasi partikel lodium-125 ke dalam massa tumor dengan panduan USG. Hasil: Seluruh pasien menunjukkan perbaikan gejala klinis yang signifikan. Pada evaluasi 2 bulan pascatindakan, ukuran tumor didapati mengecil secara signifikan. Pada pemeriksaan tindak lanjut setelah 1 tahun, tidak ditemukan adanya bukti kekambuhan tumor maupun komplikasi berat. Kesimpulan: Terapi implasasi partikel lodium-125 pada kanker kandung kemih tidak hanya mampu meredakan gejala klinis pasien dan mengecilkan ukuran tumor secara cepat dalam jangka pendek, melainkan juga memberikan efek destruksi berkelanjutan terhadap sel tumor yang tersisa, sehingga berfungsi efektif dalam mencegah kekambuhan tumor di kemudian hari.
8. Xu Kecheng, Niu Lizhi, Guo Ziqian, He Weibing, Zuo Jiansheng. Combined photodynamic therapy and percutaneous argon-helium knife cryoablation for non-small cell obstructive lung cancer. Proceedings of the First International Conference on Targeted Cancer Therapy.
dr. He Weibing bertindak sebagai penulis bersama. Kanker paru-paru non sel kecil tipe obstruktif yang timbul di area trakea atau bronkus utama memiliki peluang yang sangat kecil untuk dapat menjalani tindakan reseksi bedah. Mayoritas pasien dengan kondisi ini akan mengalami berbagai komplikasi dalam jangka pendek seperti atelektasis, infeksi, serta pneumonia obstruktif, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kecacatan hingga kematian. Guna mengatasi kondisi tersebut, sebuah rumah sakit menerapkan kombinasi antara terapi fotodinamik dengan krioablasi sistem argon-helium perkutan untuk mengobati 41 pasien kanker paru-paru sel non-kecil tipe obstruktif yang tidak dapat direseksi, dan berhasil mencapai efikasi jangka pendek yang baik.
9. Guo Ziqian, Niu Lizhi, He Weibing, Deng Chunjuan. Photodynamic therapy for tongue cancer: report of 20 cases. Chinese Journal of Laser Medicine. 2007:4 (296-298, 340).
dr. He Weibing bertindak sebagai penulis bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efikasi terapi fotodinamik dalam penanganan kanker lidah. Metode: Penelitian ini melibatkan 20 pasien kanker lidah yang menerima penyinaran laser pada permukaan dan bagian dalam massa tumor pada jam ke-24, 48, dan 72 setelah penyuntikan Hematoporphyrin secara intravena. Evaluasi hasil terapi dilakukan berdasarkan pengecilan ukuran tumor dan perbaikan gejala klinis yang diamati melalui pemeriksaan makroskopis serta CT scan pascatindakan. Hasil: Seluruh pasien mengalami perbaikan gejala klinis dan pengecilan ukuran tumor. Hasil evaluasi respons terapi menunjukkan CR sebanyak 4 kasus, SR sebanyak 12 kasus, dan MR sebanyak 4 kasus. Sebanyak 2 pasien mengalami hiperpigmentasi pada area kulit yang terpapar sinar, dan tidak ditemukan adanya komplikasi berat lainnya. Kesimpulan: Terapi fotodinamik untuk kanker lidah terbukti efektif dalam meredakan gejala klinis dan mengecilkan ukuran tumor, sekaligus mampu mempertahankan bentuk anatomi serta fungsi organ lidah. Terapi ini aman, memiliki efek samping yang minimal, serta dapat meningkatkan kualitas hidup pasien secara signifikan.
10. Guo Ziqian, Niu Lizhi, He Weibing, Zuo Jiansheng, Xu Kecheng. Photodynamic therapy combined with percutaneous argon-helium system cryoablation for non-small cell obstructive lung cancer. Chinese Journal of Traffic Medicine. 2006:3 (31-32, 34).
dr. He Weibing bertindak sebagai penulis bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi nilai terapeutik dari kombinasi terapi fotodinamik dan krioablasi perkutan sistem argon-helium pada kasus kanker paru-paru non sel kecil tipe obstruktif yang tidak dapat direseksi. Metode: Penelitian ini melibatkan 41 pasien kanker paru-paru sel non-kecil tipe obstruktif yang dinyatakan tidak dapat menjalani tindakan reseksi bedah akibat perkembangan tumor stadium lanjut lokal atau karena fungsi paru yang buruk. Seluruh pasien terlebih dahulu menerima suntikan intravena agen fotosensitizer Photofrin dengan dosis 2 mg/kg atau Hematoporphyrin dengan dosis 5 mg/kg, diikuti dengan penyinaran laser merah berkekuatan 630 nm melalui prosedur bronkoskopi pada jam ke-48 dan 72. Setelah itu, pasien menjalani prosedur krioablasi perkutan menggunakan sistem argon-helium dengan panduan USG atau CT scan. Efikasi terapi dievaluasi berdasarkan perbaikan gejala klinis, ukuran tumor, dan masa kelangsungan hidup pasien. Hasil: Pascatindakan, sebanyak 37 pasien (90,2%) menunjukkan perbaikan pada gejala subjektif, dengan skor gejala yang menurun secara signifikan, di mana perbaikan paling nyata terlihat pada gejala sesak napas. Pemeriksaan bronkoskopi menunjukkan bahwa seluruh pasien mengalami ablasi tumor endobronkial dengan tingkat keberhasilan yang bervariasi, termasuk 17 kasus (41,5%) di antaranya menunjukkan hilangnya tumor secara total. Pemeriksaan CT scan tindak lanjut mendapati respons tumor intrapulmonal berupa CR pada 14 kasus (34,1%) dan PR pada 17 kasus (41,5%). Pada pemeriksaan rontgen dada, dari 27 pasien yang awalnya mengalami atelektasis, sebanyak 8 kasus (29,6%) menunjukkan hilangnya atelektasis secara total, sementara 19 kasus (70,4%) menunjukkan pengurangan derajat atelektasis. Tingkat kelangsungan hidup pada 6 bulan dan 1 tahun berturut-turut mencapai 43,9% dan 70,7%. Tidak ada efek samping berat yang ditemukan, baik akibat terapi fotodinamik maupun krioablasi perkutan sistem argon-helium. Kesimpulan: Kombinasi antara terapi fotodinamik dan krioablasi perkutan sistem argon-helium mampu mengeliminasi lesi tumor yang berada di dalam maupun di luar bronkus secara efektif. Kedua modalitas ini bekerja secara sinergis dan saling melengkapi, sehingga dapat meningkatkan efikasi klinis dalam pengobatan kanker paru-paru non sel kecil tipe obstruktif yang tidak dapat direseksi.
11. Xu Kecheng, Niu Lizhi, Hu Yize, He Weibing, He Yisong, Zuo Jiansheng. Cryotherapy and iodine seed implantation for locally advanced pancreatic cancer. Proceedings of the Third China Academic Conference on Minimally Invasive Tumor Treatment, the Founding Conference of the Seed Therapy Branch of the Professional Committee of Minimally Invasive Treatment of Cancer of the China Anti-Cancer Association, and the Seventh National Academic Conference on Interstitial Radioactive Seed Brachytherapy for Tumors.
dr. He Weibing bertindak sebagai penulis bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi nilai terapeutik dari kombinasi tindakan krioablasi intraoperatif atau perkutan dengan implasasi partikel lodium-125 pada kasus kanker pankreas stadium lanjut lokal. Metode: Penelitian ini melibatkan 38 pasien dengan kanker pankreas stadium lanjut lokal, terdiri dari 28 laki-laki dan 10 perempuan, dengan usia median 57 tahun. Ukuran tumor berkisar antara 2,2 hingga 7,1 cm, di mana 10 kasus disertai metastasis kelenjar getah bening peripankreas dan 8 kasus disertai metastasis hati. Diagnosis penyakit didasarkan pada data pemeriksaan USG, CT scan, atau MRI, di mana diagnosis pada 31 kasus telah dikonfirmasi secara histologis. Sebanyak 8 pasien telah menerima 4 hingga 6 siklus kemoterapi sebelum masuk rumah sakit. Berdasarkan evaluasi komprehensif, seluruh kasus tumor dinyatakan tidak dapat menjalani tindakan reseksi bedah. Terapi yang diberikan adalah krioablasi intraoperatif atau perkutan yang dipadukan dengan implasasi partikel lodium-125, di mana prosedur terakhir dilakukan di bawah visualisasi bedah langsung atau melalui pungsi perkutan dengan panduan USG atau CT scan. Hasil: Sebanyak 11 pasien menerima krioablasi intraoperatif dan 27 pasien menerima krioablasi perkutan. Di antara pasien yang menerima krioablasi perkutan, terdapat 14 pasien yang menjalani krioablasi kedua dan 3 pasien yang menjalani krioablasi ketiga. Sebanyak 29 pasien menjalani implasasi partikel lodium-125 intratumoral secara simultan bersamaan dengan prosedur krioablasi, sementara 9 pasien menjalani implasasi partikel lodium-125 pascaoperasi dengan panduan USG atau CT scan. Terapi kemoterapi arteri regional diberikan kepada 15 pasien (13 pasien di antaranya disertai metastasis kelenjar getah bening peripankreas atau metastasis hati). Evaluasi respons terapeutik tumor dilakukan menggunakan CT scan pada bulan ke-3 pascatindakan. Mayoritas kasus menunjukkan tingkat nekrosis tumor yang bervariasi, dengan angka CR sebesar 23,6%, PR sebesar 42,1%, SD sebesar 26,3%, dan PD sebesar 7,9%. Efek samping utama meliputi nyeri perut bagian atas dan peningkatan amilase serum. Terdapat 5 pasien (13,2%) yang mengalami komplikasi pankreatitis akut, dengan 1 kasus di antaranya berupa pankreatitis nekrotikans hemoragik; seluruh komplikasi tersebut berhasil disembuhkan melalui terapi konservatif. Tidak ada kematian yang terkait dengan prosedur terapi. Seluruh kasus menjalani tindak lanjut dengan median periode selama 16 bulan (rentang 5 hingga 37 bulan). Hasil tindak lanjut menunjukkan median kelangsungan hidup adalah 12 bulan, di mana 20 pasien (52,63%) mampu bertahan hidup selama 1 tahun atau lebih. Tingkat kelangsungan hidup keseluruhan pada 6 bulan, 12 bulan, 24 bulan, dan 36 bulan berturut-turut adalah 94,7%, 49,4%, 21,8%, dan 5,4%. Tingkat kelangsungan hidup pasien yang menerima kemoterapi pada 6 bulan, 12 bulan, 24 bulan, dan 36 bulan berturut-turut adalah 93,3%, 26,6%, 0%, dan 0%. Sementara itu, tingkat kelangsungan hidup pasien yang tidak menerima kemoterapi berturut-turut adalah 95,6%, 65,9%, 19,8%, dan 9,9%. Sebanyak 29 pasien meninggal dunia; dari 15 kasus kematian yang terjadi dalam kurun waktu 12 bulan, 8 pasien di antaranya sudah memiliki metastasis hati atau metastasis kelenjar getah bening peripankreas saat menerima terapi. Terdapat 4 pasien yang mencapai masa kelangsungan hidup hingga 24 bulan atau lebih (2 pasien bertahan hidup 24 bulan, serta masing-masing 1 pasien bertahan hidup 31 dan 37 bulan), di mana pasien dengan kelangsungan hidup terpanjang saat ini tidak menunjukkan bukti kekambuhan apa pun. Kesimpulan: Bagi sebagian besar kasus kanker pankreas, khususnya pasien yang tidak dapat menjalani operasi bedah, terapi krioablasi menunjukkan hasil yang baik dengan tingkat efek samping yang relatif rendah, serta berpotensi menjadi alternatif pengganti pembedahan konvensional. Penambahan implasasi partikel lodium-125 yang dilakukan secara simultan atau sekuensial setelah krioablasi memberikan efek sinergis yang saling melengkapi dengan terapi krioablasi.
12. Xu Kecheng, Niu Lizhi, He Weibing, Guo Ziqian, Zuo Jiansheng, Hu Yize. Sequential treatment with chemoembolization and percutaneous cryoablation for unresectable primary liver cancer. Proceedings of the 2006 Guangdong Academic Conference on Digestive Diseases in Traditional Chinese Medicine and Integrative Medicine and the National Continuing Education Program on Advances in Digestive Diseases.
dr. He Weibing bertindak sebagai penulis bersama. Artikel ini membahas mengenai penerapan terapi sekuensial yang mengombinasikan kemoembolisasi dan krioablasi perkutan dalam penanganan kasus kanker hati primer (PLC) yang tidak dapat direseksi. Artikel ini berpendapat bahwa kemoembolisasi dapat mengecilkan massa tumor PLC serta menyumbat pembuluh darah penyuplai tumor, sehingga mempermudah prosedur krioablasi sekaligus meminimalkan risiko terjadinya komplikasi perdarahan. Sementara itu, krioablasi dapat mengeliminasi jaringan tumor yang masih bertahan hidup setelah tindakan kemoembolisasi, sehingga memberikan efek penanganan yang setara dengan tindakan "reseksi" radikal. Hal ini secara efektif mampu menutupi keterbatasan kemoembolisasi yang umumnya tidak bersifat kuratif terhadap kanker hati. Dengan demikian, penerapan sekuensial dari kombinasi kemoembolisasi dan krioablasi ini memberikan efek sinergis yang saling melengkapi dalam tata laksana pengobatan kanker hati.
13. Xu Kecheng, He Weibing, Guo Ziqian, Guo Dehong, Bai Haichu, He Yisong. Several latest treatments for digestive system tumors. Proceedings of the 2006 Guangdong Academic Conference on Digestive Diseases in Traditional Chinese Medicine and Integrative Medicine and the National Continuing Education Program on Advances in Digestive Diseases.
dr. He Weibing bertindak sebagai penulis kedua. Artikel ini memberikan tinjauan mengenai beberapa tata laksana pengobatan terbaru untuk tumor sistem pencernaan. Pembahasan dalam artikel ini berfokus pada berbagai modalitas terapi, termasuk terapi ablasi perkutan, terapi fotodinamik, implasasi partikel lodium-125, serta terapi vaksin sel dendritik.
14. Niu Lizhi, He Weibing, Xu Kecheng, Hu Yize, He Yisong, Hong Haizhen, Li Yanhong. Argon-helium knife cryoablation for 2,500 tumor cases in the United States. Proceedings of the First International Conference on Targeted Cancer Therapy.
dr. He Weibing bertindak sebagai penulis kedua. Terapi krioablasi argon-helium untuk penanganan tumor padat yang tidak dapat direseksi saat ini telah berkembang dan diterapkan secara bertahap. Penulis merangkum spektrum komplikasi serta pengalaman penanganan yang terjadi selama prosedur krioablasi menggunakan argon-helium pada 2.500 kasus tumor di rumah sakit kami sejak Maret 2001 hingga Juni 2006. Melalui penerapan argon-helium pada 2.500 kasus tumor padat tersebut, disimpulkan bahwa modalitas ini merupakan metode pengobatan yang sangat efektif, sederhana, dan relatif aman.
15. Niu Lizhi, He Weibing, Guo Ziqian, Hong Haizhen, Zuo Jiansheng, Xu Kecheng. Cryoablation for malignant soft tissue tumors: follow-up results of 36 cases. Proceedings of the First International Conference on Targeted Cancer Therapy.
dr. He Weibing bertindak sebagai penulis kedua. Tumor jaringan lunak dapat bersifat primer, seperti sarkoma yang timbul pada jaringan fibrosa, otot polos, otot diafragma, atau tulang rawan; maupun bersifat sekunder, yang umumnya berasal dari metastasis kanker primer atau sarkoma dari organ atau jaringan lain. Meskipun reseksi bedah merupakan pilihan terapi utama, banyak kasus tumor tidak dapat ditangani dengan semestinya akibat lokasi anatomi yang spesifik dan menyulitkan pembedahan, atau karena kondisi sistemik pasien yang buruk sehingga tidak mampu mentoleransi tindakan operasi. Penulis menerapkan sistem ablasi argon-helium untuk mengobati 36 kasus tumor ganas jaringan lunak dan berhasil mencapai hasil klinis yang baik.
16. He Weibing, Niu Lizhi, Guo Ziqian, Xu Kecheng. Transabdominal interventional cryoablation for uterine fibroids: preliminary observations. Advances in Targeted Cancer Therapy Technology in China.
dr. He Weibing bertindak sebagai penulis utama. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kemungkinan penggunaan krioablasi pisau argon-helium buatan Amerika Serikat melalui intervensi transabdominal sebagai salah satu modalitas terapi untuk mioma uteri. Metode: Penelitian ini melibatkan 14 pasien mioma uteri yang diagnosisnya ditegakkan berdasarkan pemeriksaan pencitraan seperti USG/CT scan, serta telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan biopsi jaringan perkutan. Prosedur krioablasi dilakukan menggunakan sistem bedah pisau argon-helium Cryocare buatan Amerika Serikat. Di bawah panduan USG, probe krio dimasukkan ke dalam massa tumor melalui pendekatan perkutan transabdominal. Hasil: Setelah penanganan pada 14 kasus tersebut, mayoritas gejala klinis pasien menunjukkan perbaikan, di mana keluhan perdarahan uterus pada 13 pasien terhenti seluruhnya dalam waktu 1 tahun pascatindakan. Sebagian besar ukuran tumor mengecil secara signifikan, dan hasil biopsi membuktikan bahwa massa tumor yang tersisa telah berubah menjadi jaringan parut. Kesimpulan: Krioablasi pisau argon-helium buatan Amerika Serikat melalui intervensi transabdominal merupakan metode yang sederhana, praktis, dan aman untuk penanganan mioma uteri.
II.Penyusunan Monograf dan Pewarisan Keahlian Profesional
·Pada tahun 2008 dan 2010, beliau turut diundang sebagai anggota dewan editor dalam penyusunan monograf Krioterapi Tumor dengan Argon-Helium Knife serta Teknik Ablasi Tumor dengan Argon-Helium Knife.
·Sejak tahun 2001, beliau diundang oleh Varian dan Boston Scientific yang sebagai produsen perangkat ablasi kriogenik terkemuka internasional, untuk berpartisipasi dalam pelatihan dokter di Tiongkok terkait penerapan teknik krioblasi argon-helium. Hingga kini, para dokter yang dibimbingnya telah berkiprah di puluhan rumah sakit tersier kelas 3A di berbagai wilayah Tiongkok.